Terawan Ambil Sampel Tukul Arwana untuk Suntik Vaksin Nusantara

Komedian Tukul Arwana rampung menjalani pengambilan sampel darah di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Pengambilan sampel dilakukan sebelum disuntik vaksin Nusantara yang direncanakan pada pekan depan.

Pengambilan sampel darah Tukul juga ditangani langsung oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto selaku penggagas vaksin Nusantara.

“Pengambilan darah Tukul Arwana dilakukan pada kemarin oleh dr Terawan, selanjutnya diproses oleh tim. Minggu depan baru akan disuntikkan vaksin Nusantara,” kata Peneliti Utama Vaksin Nusantara Kolonel Jonny saat, Rabu (11/5).

Terawan Ambil Sampel Tukul Arwana untuk Suntik Vaksin Nusantara

Tukul diberikan vaksin Nusantara untuk mencegah gejala berat jika terinfeksi virus corona (Covid-19).

“Betul Vaknus untuk Covid,” kata Jonny.

Jonny mengatakan Tukul sudah mendapatkan terapi stroke iskemik kronik yang dikenal sebagai Brain Washing (BW) atau Brain Spa (BS) dari Terawan beberapa waktu lalu.

Metode cuci otak Terawan itu dikenal sebagai Intra-Arterial Heparin Flushing (IAHF) untuk tujuan terapi yang merupakan modifikasi Digital Subtraction Angiography (DSA).

“Kondisinya baik, walaupun masih pakai kursi roda ya. Dan [Tukul] sudah mendapatkan DSA,” kata dia https://crystalcave-online.com/.

Saat ini, Vaksin Nusantara masih dalam tahap pengembangan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberikan rekomendasi penggunaan vaksin Nusantara dalam jumlah besar untuk vaksinasi Covid-19.

Nasib penelitian vaksin Nusantara ditentukan melalui nota kesepahaman alias MoU antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) pada 19 April lalu.

Dari MoU itu disepakati bahwa proses pengambilan sampel darah relawan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta itu hanya dilakukan guna kepentingan penelitian dan pelayanan. Artinya, proses vaksin Nusantara ini bukan uji klinis vaksin untuk dimintakan izin edar oleh BPOM, melainkan hanya layanan kepada masyarakat.

Meski begitu, sudah banyak pejabat tinggi negara yang mau menerima vaksin Nusantara.

Mereka di antaranya yakni Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Kemudian mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Pasangan selebriti Anang-Ashanty, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh.

Sejumlah Anggota Komisi IX DPR juga turut disuntik vaksin Nusantara, antara lain Melki Laka Lena, Saleh Partaonan Daulay, Arzeti Bilbina, Sri Meliyana, Anas Thahir, Saniatul Lativa, Robert Joppy Kardinal, Firman Subagyo, hingg Adian Napitupulu.